Food Cost Adalah: Rumus, Persentase Ideal, dan Bedanya dengan HPP
Food cost adalah persentase biaya bahan makanan terhadap harga jual. Pelajari rumus food cost, cara menghitungnya, angka idealnya, dan bedanya dengan HPP.
Diperbarui · Tim Kalkumi
Pengertian Food Cost
Food cost adalah biaya bahan makanan yang dipakai untuk membuat satu menu, biasanya dinyatakan sebagai persentase dari harga jualnya. Istilah ini banyak dipakai di restoran, kafe, dan katering untuk mengecek apakah harga menu sudah sehat.
Rumus Food Cost per Menu
Food cost (%) = Biaya bahan makanan ÷ Harga jual × 100
Contoh: nasi ayam bakar dijual Rp25.000, biaya bahannya Rp8.000.
Food cost = 8.000 ÷ 25.000 × 100 = 32%
Artinya, 32% dari harga jual habis untuk bahan makanan. Sisanya 68% dipakai untuk menutup kemasan, gaji, sewa, dan laba.
Rumus Food Cost Bulanan
Untuk melihat food cost seluruh usaha dalam satu periode:
Food cost (%) = (Stok awal + Pembelian − Stok akhir) ÷ Penjualan makanan × 100
Contoh: stok awal Rp4.000.000, pembelian bahan Rp21.000.000, stok akhir Rp3.000.000, dan penjualan makanan Rp70.000.000. Food cost = Rp22.000.000 ÷ Rp70.000.000 × 100 = 31,4%.
Berapa Food Cost yang Ideal?
Banyak restoran menargetkan food cost sekitar 25–35%. Angka ini bukan aturan baku:
- Kedai kopi dan minuman sering di bawah 30%, karena bahan per cup relatif murah. Contohnya ada di cara menghitung HPP minuman.
- Menu daging dan seafood bisa 35–40%, karena bahannya mahal.
- Usaha rumahan tanpa sewa bisa memakai food cost lebih tinggi, karena biaya tetapnya kecil.
Menentukan Harga Jual dari Target Food Cost
Balik rumusnya:
Harga jual = Biaya bahan ÷ Target food cost
Biaya bahan Rp8.000 dengan target food cost 30%: harga jual = Rp8.000 ÷ 0,30 = Rp26.667, bisa dibulatkan menjadi Rp27.000. Kalau kamu lebih suka memakai target margin, pakai kalkulator harga jual atau baca dulu margin adalah.
Bedanya Food Cost dan HPP
| Food cost | HPP | |
|---|---|---|
| Isi | Hanya bahan makanan | Bahan, kemasan, dan biaya produksi langsung |
| Satuan | Biasanya persen dari harga jual | Biasanya rupiah per porsi |
| Dipakai untuk | Mengontrol biaya dapur dan menu | Menentukan harga jual dan laba kotor |
Untuk UMKM yang berjualan secara online atau take away, HPP lebih berguna karena biaya kemasan bisa cukup besar. Restoran dine-in biasanya memantau keduanya.
Kalkulator HPPHitung HPP per porsi termasuk kemasan, lalu bandingkan dengan food cost-mu.Ingin tahu langkah lengkapnya? Baca cara menghitung HPP makanan.