Langsung ke konten
Kalkumi
Buka menu

Break Even Point Adalah: Pengertian BEP, Manfaat, dan Rumusnya

Break even point (BEP) adalah titik impas saat pendapatan sama dengan biaya. Pahami arti BEP, manfaatnya untuk usaha, dan contoh perhitungannya.

Diperbarui · Tim Kalkumi

Apa Itu BEP?

BEP adalah singkatan dari Break Even Point, atau dalam bahasa Indonesia disebut titik impas. Break even point adalah kondisi ketika total pendapatan usaha sama persis dengan total biayanya. Pada titik ini, usaha tidak untung dan juga tidak rugi.

Penjualan di bawah BEP berarti rugi. Penjualan di atas BEP berarti untung.

Apa Itu BEP dalam Usaha?

Bagi pemilik usaha, BEP menjawab pertanyaan praktis:

  • "Berapa porsi yang harus terjual setiap hari agar sewa dan gaji tertutup?"
  • "Kalau harga dinaikkan Rp2.000, berapa penjualan yang dibutuhkan?"
  • "Apakah usaha baru ini realistis untuk balik modal?"

Komponen untuk Menghitung BEP

  1. Biaya tetap: biaya yang tetap dibayar walau tidak ada penjualan. Contohnya sewa, gaji bulanan, internet, dan cicilan alat.
  2. Biaya variabel per unit: biaya yang muncul setiap kali satu produk dibuat dan terjual. Contohnya bahan baku dan kemasan. Untuk usaha makanan, ini biasanya sama dengan HPP per porsi.
  3. Harga jual per unit.

Selisih antara harga jual dan biaya variabel disebut margin kontribusi, yaitu bagian dari setiap penjualan yang dipakai untuk menutup biaya tetap.

Rumus BEP

BEP unit = Biaya tetap ÷ (Harga jual − Biaya variabel per unit)
BEP rupiah = BEP unit × Harga jual

Contoh BEP Usaha Roti Rumahan

  • Biaya tetap per bulan (sewa dapur kecil, listrik, gaji 1 karyawan): Rp3.600.000
  • Harga jual roti: Rp8.000
  • Biaya variabel per roti: Rp4.400
Margin kontribusi = 8.000 − 4.400 = Rp3.600
BEP unit = 3.600.000 ÷ 3.600 = 1.000 roti per bulan
BEP rupiah = 1.000 × 8.000 = Rp8.000.000 per bulan

Dengan 25 hari kerja, usaha ini perlu menjual sekitar 40 roti per hari untuk balik modal. Roti ke-1.001 dan seterusnya menghasilkan laba Rp3.600 per buah.

Kalkulator BEPHitung BEP unit dan BEP rupiah usahamu, plus estimasi laba.

Manfaat Menghitung BEP

  • Menilai kelayakan usaha sebelum menyewa tempat atau membeli alat.
  • Menentukan target penjualan harian dan bulanan yang jelas.
  • Menguji keputusan harga: harga naik membuat BEP turun, diskon membuat BEP naik.
  • Mengendalikan biaya: setiap penghematan biaya tetap langsung menurunkan BEP.

Keterbatasan BEP

Analisis BEP memakai asumsi sederhana: harga jual dan biaya variabel dianggap tetap, dan semua produk terjual. Di dunia nyata, ada bahan terbuang, promo, dan harga bahan yang naik turun. Jadikan BEP sebagai patokan, lalu hitung ulang secara berkala.

Mau latihan dengan angka lain? Coba contoh soal BEP dan jawabannya, atau baca rumus lengkap di halaman rumus BEP.