Langsung ke konten
Kalkumi
Buka menu

Rumus BEP dan Kalkulator Break Even Point

Berapa porsi atau produk yang harus terjual setiap bulan agar usahamu balik modal? Isi biaya tetap, harga jual, dan biaya variabel per unit. Kalkulator menghitung BEP unit, BEP rupiah, dan estimasi laba di berbagai jumlah penjualan.

Rp

Sewa tempat, gaji tetap, cicilan alat, internet, dan biaya lain yang tidak bergantung jumlah penjualan.

Rp
Rp

Bahan baku, kemasan, dan biaya lain yang naik setiap kali satu unit terjual. Biasanya sama dengan HPP.

unit

Target penjualan per bulan untuk melihat estimasi laba atau rugi.

Hasil Perhitungan

BEP unit (dibulatkan ke atas)
625 unit
BEP rupiah (omzet minimal)
Rp9.375.000
BEP rupiah teoretis
Rp9.375.000
Margin kontribusi per unit
Rp8.000

Estimasi laba per bulan

TerjualLaba / rugi
313 unit-Rp2.496.000
625 unitRp0
938 unitRp2.504.000
1.000 unitRp3.000.000
1.250 unitRp5.000.000
Barista menghitung cup terjual di meja kedai kopi setelah tutup
Barista menghitung cup terjual di meja kedai kopi setelah tutup.

Apa Itu BEP (Break Even Point)?

Break Even Point (BEP) atau titik impas adalah jumlah penjualan saat total pendapatan tepat menutup total biaya. Di titik ini usaha belum untung, tapi juga tidak rugi. Setiap unit yang terjual setelah BEP menambah laba sebesar margin kontribusinya.

Untuk menghitung BEP, biaya usaha dibagi menjadi dua jenis:

  • Biaya tetap: sewa tempat, gaji tetap, internet, penyusutan atau cicilan alat.
  • Biaya variabel per unit: bahan baku, kemasan, dan biaya lain per produk. Untuk usaha makanan, angka ini biasanya sama dengan HPP per porsi.

Rumus BEP Unit

Margin kontribusi = Harga jual per unit − Biaya variabel per unit
BEP unit = Biaya tetap ÷ Margin kontribusi

Rumus BEP Rupiah

BEP rupiah = BEP unit × Harga jual per unit

Atau, jika hanya tahu persentase biaya variabel terhadap harga jual:

BEP rupiah = Biaya tetap ÷ (1 − Biaya variabel ÷ Harga jual)

Contoh Soal BEP Usaha Makanan

Kedai kopi kecil punya data per bulan berikut:

  • Sewa Rp2.500.000 + gaji barista Rp2.000.000 + listrik & internet Rp500.000 = biaya tetap Rp5.000.000
  • Harga jual es kopi susu Rp15.000 per gelas
  • Biaya variabel (kopi, susu, gula, es, cup) Rp7.000 per gelas

Penyelesaian:

  1. Margin kontribusi = Rp15.000 − Rp7.000 = Rp8.000 per gelas
  2. BEP unit = Rp5.000.000 ÷ Rp8.000 = 625 gelas per bulan (sekitar 21 gelas per hari)
  3. BEP rupiah = 625 × Rp15.000 = Rp9.375.000 per bulan

Jika terjual 1.000 gelas, labanya (1.000 × Rp8.000) − Rp5.000.000 = Rp3.000.000.

BEP teoretis vs BEP unit bulat: jika harga jual Rp12.000 dan biaya variabel Rp5.000 dengan biaya tetap Rp1.000.000, BEP teoretisnya 142,86 unit. Karena tidak bisa menjual sebagian unit, BEP praktisnya 143 unit atau Rp1.716.000.

Kapan BEP Tidak Bisa Tercapai?

Jika harga jual sama dengan atau lebih rendah dari biaya variabel per unit, setiap penjualan tidak menyisakan apa pun untuk menutup biaya tetap. Berapa pun yang terjual, usaha tetap rugi. Solusinya menaikkan harga jual, menekan biaya bahan, atau keduanya. Gunakan Kalkulator Harga Jual & Margin untuk mencari harga yang sehat.

Mau latihan? Lihat contoh soal BEP dan jawabannya.

Panduan Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu BEP?

BEP (Break Even Point) atau titik impas adalah kondisi ketika total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga usaha tidak untung dan tidak rugi. Penjualan di atas BEP menghasilkan laba.

Apa rumus BEP unit?

BEP unit = Biaya tetap ÷ (Harga jual per unit − Biaya variabel per unit). Contoh: biaya tetap Rp5.000.000, harga jual Rp15.000, biaya variabel Rp7.000, maka BEP = 5.000.000 ÷ 8.000 = 625 unit.

Apa rumus BEP rupiah?

BEP rupiah = BEP unit × Harga jual per unit. Bisa juga dihitung langsung: Biaya tetap ÷ (1 − Biaya variabel ÷ Harga jual). Dari contoh sebelumnya, BEP rupiah = 625 × Rp15.000 = Rp9.375.000.

Kenapa BEP unit dibulatkan ke atas?

Kamu tidak bisa menjual 142,86 porsi. Jika hasil BEP berupa pecahan, penjualan harus mencapai unit bulat berikutnya agar biaya tertutup, jadi 142,86 dibulatkan menjadi 143 unit.

Apa beda biaya tetap dan biaya variabel?

Biaya tetap tidak berubah walau penjualan naik atau turun, misalnya sewa, gaji bulanan, dan cicilan alat. Biaya variabel bertambah setiap kali satu unit terjual, misalnya bahan baku dan kemasan.