Langsung ke konten
Kalkumi
Buka menu

Laba Kotor Adalah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Laba kotor adalah penjualan bersih dikurangi HPP. Pelajari rumus laba kotor, contoh perhitungannya, margin laba kotor, dan bedanya dengan laba bersih.

Diperbarui · Tim Kalkumi

Pengertian Laba Kotor

Laba kotor adalah selisih antara penjualan bersih dan harga pokok penjualan (HPP). Dalam bahasa Inggris disebut gross profit. Laba kotor menunjukkan berapa uang yang tersisa dari penjualan setelah dikurangi biaya untuk membuat atau membeli barang yang dijual.

Laba kotor belum dikurangi biaya operasional seperti sewa, gaji, listrik, dan iklan. Karena itu, laba kotor yang besar belum tentu berarti usahamu untung.

Rumus Laba Kotor

Laba kotor = Penjualan bersih − HPP
Penjualan bersih = Penjualan − Retur penjualan − Potongan penjualan

Jika tidak ada retur atau potongan, penjualan bersih sama dengan total penjualan.

Cara Menghitung Laba Kotor

Contoh: toko kue dalam satu bulan.

  1. Total penjualan: Rp45.000.000
  2. Retur penjualan (kue rusak dikembalikan pembeli): Rp500.000
  3. Potongan penjualan (diskon untuk pelanggan grosir): Rp1.500.000
  4. Penjualan bersih = Rp45.000.000 − Rp500.000 − Rp1.500.000 = Rp43.000.000
  5. HPP (bahan, kemasan, gas oven): Rp25.800.000
  6. Laba kotor = Rp43.000.000 − Rp25.800.000 = Rp17.200.000

Margin Laba Kotor

Agar bisa dibandingkan antarbulan atau dengan usaha lain, laba kotor biasanya dihitung dalam persen:

Margin laba kotor (%) = Laba kotor ÷ Penjualan bersih × 100

Dari contoh toko kue: Rp17.200.000 ÷ Rp43.000.000 × 100 = 40%. Artinya, dari setiap Rp100.000 penjualan, Rp40.000 tersisa untuk menutup biaya operasional dan menjadi laba.

Penjelasan lengkap tentang jenis-jenis margin ada di margin adalah.

Kalkulator Harga Jual & MarginCek laba kotor dan margin per produk dari modal dan harga jualnya.

Laba Kotor, Laba Operasional, dan Laba Bersih

Contoh laporan laba rugi sederhana untuk toko kue di atas:

PosNilai
Penjualan bersihRp43.000.000
HPP(Rp25.800.000)
Laba kotorRp17.200.000
Sewa tempat(Rp4.000.000)
Gaji karyawan(Rp6.000.000)
Listrik, air, internet(Rp1.200.000)
Promosi(Rp800.000)
Laba operasionalRp5.200.000
Bunga pinjaman dan pajak(Rp450.000)
Laba bersihRp4.750.000
  • Laba kotor mengukur seberapa sehat harga jual dibanding HPP.
  • Laba operasional mengukur apakah usaha untung setelah biaya menjalankannya.
  • Laba bersih adalah uang yang benar-benar menjadi milik pemilik usaha.

Kenapa Laba Kotor Penting untuk UMKM?

  • Mendeteksi harga jual yang terlalu murah. Jika margin laba kotor turun dari 40% ke 30% padahal harga jual tetap, kemungkinan harga bahan naik.
  • Menilai produk mana yang paling menguntungkan. Hitung laba kotor per produk, bukan hanya total.
  • Menentukan target penjualan. Laba kotor harus cukup besar untuk menutup biaya tetap. Cari tahu berapa unit yang harus terjual dengan Kalkulator BEP.

Cara Meningkatkan Laba Kotor

  1. Turunkan HPP: hitung ulang resep dan harga bahan dengan Kalkulator HPP.
  2. Kurangi retur dengan menjaga kualitas dan kemasan.
  3. Batasi potongan harga hanya untuk pembelian dalam jumlah besar.
  4. Naikkan harga produk yang permintaannya stabil.

Ingin menghitung keuntungan usahamu per bulan sampai ke laba bersih? Baca cara menghitung keuntungan jualan.